Formulir Pendaftaran bisa di unduh di sebelah kanan bawah. LSP PB Mengadakan Rakor TUK PB
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) English Japanese Korean Russian Spanish
PENANDATANGAN KESEPAKATAN
KONVENSI NASIONAL SKKNI PENANGGULANGAN BENCANA
PENGUKUHAN ASESOR
PENDIRIAN SHELTER
is bluehost good

JAKARTA – LSP PB mengadakan rapat koordinasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) PB pada Rabu (6/12) lalu. Kegitan rutin yang diadakan dua kali setahun tersebut mengundang seluruh TUK PB yang berada di bawah jaringan LSP PB. Selain menginformasikan perkembangan LSP PB kepada perwakilan TUK PB, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk melakukan evaluasi program setiap TUK tahun 2017, mengharmonisasi hubungan kerja TUK dengan LSP PB, serta menyusun program kerja TUK LSP PB tahun 2018.

Peserta  yang hadir berasal dari sebelas TUK, yakni TUK PB PMI Aceh TUK Pusdalops BPBD Jateng, TUK PMI Provinsi Jateng, TUK Pusdalops BPBD Bali, TUK Pusdalops BPBD Bali, TUK PMI Jatinangor, TUK MDMC PP Muhammadiyah, TUK Provinsi Maluku, TUK PMI Surakarta, TUK, TUK Pusdalops Provinsi Sulsel, serta TUK Pusdalops BPBD NTT. Sugiharto selaku Sekretaris LSP PB membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa melalui rakor tersebut para perwakilan dari TUK PB dapat memberikan masukan guna kemajuan TUK dan LSP PB pada tahun 2018.

Sugiharto juga menyampaikan bahwa pada tahun 2018, ada beberapa pengembangan, baik profesi maupun okupasi. “BNPB telah melakukan pra konvensi RSKKNI Pra Bencana dan Pasca Bencana, dan akan dilanjutkan dengan konvensi pada pertengahan Desember 2017. Oleh karena itu, per tahun 2018 kegiatan sertifikasi akan meningkat dari tahun ini. Termasuk skema sertifikasi dan MUK,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, di tahun-tahun berikutnya LSP PB dapat melakukan sertifikasi secara daring dan mendekati kemandirian fungsi. “Pada tahun 2020 LSP PB diharapkan dapat mendekati kemandirian fungsi, serta dapat melayani masyarakat luas melalui e-certification,” paparnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Adi Pamungkas Kepala Bidang Standarisasi mengenai perkembangan TUK PB – LSP PB tahun 2017. Paparan berikutnya dilanjutkan oleh Catur Sudira Kepala Bidang Sertifikasi mengenai pekembangan kegiatan sertifikasi sepanjang tahun 2017. Tabrani Kepala Bidang Kerjasama Antarlembaga juga turut memberikan penjelasan terkait perkembangan kegiatan LSP PB di lingkup regional ASEAN. Kegiatan diakhiri dengan penyusunan rencana sertifikasi tahun 2018 dan tanya jawab.

 

Hingga saat ini, LSP PB memiliki sembilan TUK Tempat Kerja, yakni TUK PB Ina-DRTG Sentul, TUK PB Pusdalops BPBD Jawa Tengah, TUK PB BPBD Jawa Timur, TUK PB Pusdalops BPBD Jawa Barat, TUK PB Pusdalops BPBD DIY, TUK PB Pusdalops BPBD Sulawesi Utara, TUK PB Pusdalops BPBD Bali, TUK PB Pusdalops BPBD Sulawesi Selatan, TUK PB Pusdalops BPBA Aceh, TUK PB Pusdalops BPBD NTT, TUK PB Pusdalops BPBD Maluku, dan TUK PB Pusdalops BPBD Sumatera Barat.

LSP PB juga memiliki tujuh TUK Mandiri yang terdiri dari TUK PB Pusdiklat PMI Jawa Tengah, TUK PB Markas PMI Kota Surakarta, TUK PB Pusdiklat PMI Jatinangor, TUK PB Markas PMI Sulawesi Utara, TUK PB Markas PMI  Aceh, TUK PB Markas PMI  Sumatera Barat, serta TUK PB MDMC PP Muhammadiyah.(DIL)