Formulir Pendaftaran bisa di unduh di sebelah kanan bawah. Penghujung 2017, LSP PB Cetak Asesor Kompetensi Baru
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) English Japanese Korean Russian Spanish
PENANDATANGAN KESEPAKATAN
KONVENSI NASIONAL SKKNI PENANGGULANGAN BENCANA
PENGUKUHAN ASESOR
PENDIRIAN SHELTER

SEMARANG – LSP PB mengadakan Workshop Asesor Kompetensi Bidang Penanggulangan Bencana selama lima hari (19-23/12) di TUK PB Pusdiklat PMI Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari Baznas, PMI Pusat, PMI Prov. Aceh, PMI Prov. Sumatera Barat, PMI Kab. Demak, PMI Kab. Wonogiri, PMI Kab. Magelang, PMI Kota Surakarta, BPBD Kota Batu dan BPBD Kab. Ponorogo. Selama lima hari para peserta tersebut menjalani pelatihan dan melaksanakan real assessment dengan Master Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pada hari pertama, Workshop Asesor dibuka dengan sambutan oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Haji Imam Triyanto. Beliau menyampaikan bahwa pada era kompetensi saat ini dibutuhkan banyak asesor untuk pelaksanaan sertifikasi kompetensi pada tahun 2018 mendatang. Pernyataan ini juga didukung dengan sambutan yang disampaikan oleh Adi Pamungkas, Kabid Standarisasi LSP PB mewakili Ketua LSP PB yang berhalang hadir. Adi Pamungkas menjelaskan bahwa LSP PB kini memiliki 111 asesor namun hanya sekitar 30% diantaranya yang dapat aktif secara penuh.

Selain itu, LSP PB juga sedang mengajukan penambahan Unit Kompetensi untuk Tahap Pra dan Pasca Penanggulangan Bencana melalui Konvensi Nasional SKKNI PB yang dilaksanakan pada 18-19 Desember 2017 lalu. Pada tingkat regional, pengembangan ASEAN Competency Standards juga terus mengalami kemajuan dan diharapkan dapat melaksanakan workshop asesor pada tahun 2018 mendatang. Oleh sebab itu untuk menjawab kebutuhan kompetensi yang terus meningkat ini diperlukan asesor berkualitas agar proses asesmen dapat dilaksanakan dengan

tepat sasaran.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pelatihan mengenai materi pembelajaran bagi calon asesor kompetensi. Isi materi pembelajarannya terkait dengan skema kompetensi asesor sebagaimana ditetapkan oleh BNSP. Skema kompetensi asesor tersebut antara lain Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen (MMA), Mengembangkan Perangkat Asesmen (MPA) dan Melakukan Asesmen Kompetensi (MAK).

Pada tahap akhir, para peserta melaksanakan real assessment  atau proses sertifikasi sebagai bentuk hasil pembelajaran dari pelatihan yang sudah dijalani dan juga untuk menilai kompetensi mereka sebagai calon asesor. Para calon asesor yang kemudian dinilai kompeten dapat direkomendasikan oleh Master Asesor kepada BNSP untuk mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai asesor.KIK

Master Asesor BNSP sedang memberikan materi kepada para peserta
Proses ujian: salah seorang lead asesor sedang menguji peserta